Kamis, 24 Februari 2011

KERAJAAN MATARAM KUNO

KERAJAAN MATARAM
KUNO
Wednesday, 23. February,
20:07
belajar sejarah buat rafly
KERAJAAN mataram
kuno / mataram lama
Kerajaan Mataram Kuno
atau disebut dengan
Bhumi Mataram. Pada
awalnya terletak di Jawa
Tengah. Daerah Mataram
dikelilingi oleh banyak
pegunungan dan di
tengahnya banyak
mengalir sungai besar
diantaranya sungai Progo,
Bogowonto, Elo, dan
Bengawan Solo. Keadaan
tanahnya subur sehingga
pertumbuhan
penduduknya cukup
pesat.
Sumber-sumber
PrasastiMengenai bukti
yang menjadi sumber
sejarah berlangsungnya
kerajaan Mataram dapat
diketahui melalui prasasti-
prasasti dan bangunan
candi-candi yang dapat
Anda ketahui sampai
sekarang.
Prasasti-prasasti yang
menjelaskan tentang
keberadaan kerajaan
Mataram Kuno / lama
tersebut yaitu antara lain:
a.
Prasasti Canggal
ditemukan di halaman
Candi Gunung Wukir di
desa Canggal berangka
tahun 732 M dalam
bentuk Candrasangkala.
Anda masih Ingat arti dari
istilah Candrasangkala?
Kalau Anda lupa, baca
kembali kegiatan belajar
1.
Prasasti Canggal
menggunakan huruf
pallawa dan bahasa
Sansekerta isinya
menceritakan tentang
pendirian Lingga (lambang
Syiwa) di desa
Kunjarakunja oleh Raja
Sanjaya dan di samping
itu juga diceritakan bahwa
yang menjadi raja mula-
mula Sanna kemudian
digantikan oleh Sanjaya
anak Sannaha (saudara
perempuan Sanna).
Untuk memperjelas
pemahaman Anda tentang
tempat Sanjaya
mendirikan Lingga di
candi Gunung Wukir maka
simaklah gambar 11
berikut ini!
Gambar 11. Candi Gunung
Wukir
Gambar 11 merupakan
gambar reruntuhan candi
Gunung Wukir di halaman
candi ini tempat
ditemukannya prasasti
Canggal. Selanjutnya
simak prasasti berikutnya.
b.
Prasasti Kalasan,
ditemukan di desa
Kalasan Yogyakarta
berangka tahun 778 M,
ditulis dalam huruf
Pranagari (India Utara)
dan bahasa Sansekerta.
Isinya menceritakan
pendirian bangunan suci
untuk dewi Tara dan biara
untuk pendeta oleh raja
Panangkaran atas
permintaan keluarga
Syaelendra dan
Panangkaran juga
menghadiahkan desa
Kalasan untuk para
Sanggha (umat Budha).
Bangunan suci seperti
yang tertera dalam
prasasti Kalasan tersebut
ternyata adalah candi
Kalasan yang terletak di
sebelah timur Yogyakarta.
Untuk lebih mengenal
candi tersebut, silahkan
amati gambar 12 berikut
ini!
Gambar 12. Candi Kalasan
Gambar 12 yaitu candi
Kalasan tersebut adalah
candi yang berciri agama
Budha yang dibangun
oleh Raja Panangkaran.
Untuk selanjutnya nama
raja Panangkaran akan
Anda temui pada prasasti
berikutnya.
c.
Prasasti Mantyasih
ditemukan di Mantyasih
Kedu, Jateng berangka
tahun 907 M yang
menggunakan bahasa
Jawa Kuno. Isi dari
prasasti tersebut adalah
daftar silsilah raja-raja
Mataram yang
mendahului Bality yaitu
Raja Sanjaya, Rakai
Panangkaran, Rakai
Panunggalan, Rakai
Warak, Rakai Garung,
Rakai Pikatan, Rakai
Kayuwangi, Rakai
Watuhumalang, dan Rakai
Watukura Dyah Balitung.
Untuk itu prasasti
Mantyasih/Kedu ini juga
disebut dengan prasasti
Belitung.
d.
Prasasti Klurak ditemukan
di desa Prambanan
berangka tahun 782 M
ditulis dalam huruf
Pranagari dan bahasa
Sansekerta isinya
menceritakan pembuatan
arca Manjusri oleh Raja
Indra yang bergelar Sri
Sanggramadananjaya.
Menurut para ahli bahwa
yang dimaksud dengan
arca Manjusri adalah
Candi Sewu yang terletak
di Komplek Prambanan
dan nama raja Indra
tersebut juga ditemukan
pada Prasasti Ligor dan
Prasasti Nalanda
peninggalan kerajaan
Sriwijaya.
Dari pernyataan di atas,
tentu Anda ingin bertanya
apa hubungan Mataram
dengan Sriwijaya ? Untuk
mengetahui jawabannya
nanti akan Anda temukan
pada uraian materi
berikutnya.
Sumber berupa
CandiSelain prasasti yang
menjadi sumber sejarah
adanya kerajaan Mataram
ada juga banyak
bangunan-bangunan candi
di Jawa Tengah, yang
manjadi bukti peninggalan
kerajaan Mataram yaitu
seperti Candi-candi
pegunungan Dieng, Candi
Gedung Songo, yang
terletak di Jawa Tengah
Utara.
Selanjutnya di Jawa
Tengah bagian selatan
ditemukan candi antara
lain Candi Borobudur,
Candi Mendut, Candi
Plaosan, Candi
Prambanan, Candi Sambi
Sari, dan masih banyak
candi-candi yang lain.
Untuk menambah
pemahaman Anda tentang
letak candi-candi tersebut,
silahkan Anda simak
gambar 13 peta Jawa
Tengah berikut ini!
Gambar 13. Peta Lokasi
Penemuan Candi di Jawa
Tengah
Dari prasasti-prasasti
maupun candi-candi
tersebut, dapat diketahui
keberadaan kerajaan
Mataram dalam berbagai
bidang kehidupan untuk
lebih jelasnya maka simak
dengan baik uraian
berikut ini.
Kerajaan Mataram
diperintah oleh dua
dinasti atau wangsa yaitu
wangsa Sanjaya yang
beragama Hindu Syiwa
dan wangsa Syaelendra
yang beragama Budha.
Pada awalnya mungkin
yang berkuasa adalah
wangsa Sanjaya, hal ini
sesuai dengan prasasti
Canggal. Perkembangan
berikutnya muncul
keluarga Syaelendra.
Menurut para ahli,
keluarga Sanjaya terdesak
oleh Keluarga Syaelendra,
tetapi mengenai
pergeseran kekuasaan
tersebut tidak diketahui
secara pasti, yang jelas
kedua-duanya sama-sama
berkuasa di Jawa Tengah.
Raja-raja yang berkuasa
dari keluarga Syaelendra
seperti yang tertera dalam
prasasti Ligor, Nalanda
maupun Klurak adalah
Bhanu, Wisnu, Indra, dan
Samaratungga atau
Samaragrawira. Sedangkan
raja-raja dari dinasti
Sanjaya yang tertera
dalam prasasti Mantyasih.
Berdasarkan candi-candi
peninggalan kerajaan
Mataram yang berasal dari
abad ke-8-9 yang bercorak
Hindu terletak di Jawa
Tengah bagian utara dan
yang bercorak Budha
terletak di Jawa Tengah
bagian selatan.
Kedua dinasti tersebut
akhirnya bersatu dengan
adanya pernikahan antara
Rakai Pikatan dengan
Pramodwardhani.
Pramodwardhani adalah
putri dari Samaratungga.
Raja Samaratungga selain
mempunyai putri
Pramodwardhani , juga
mempunyai putera yaitu
Balaputradewa (karena
Samaratungga menikah
dengan keturunan raja
Sriwijaya). Kegagalan
Balaputradewa merebut
kekuasaan dari Rakai
Pikatan menyebabkan ia
menyingkir ke kakeknya di
Sumatera dan tak lama
kemudian menjadi raja di
Sriwijaya.
Untuk selanjutnya
pemerintahan kerajaan
Mataram dikuasai oleh
dinasti Sanjaya dengan
rajanya yang terakhir
yaitu Wawa.
Pada masa pemerintahan
Wawa sekitar abad ke 10,
Mataram di Jateng
mengalami kemunduran
dan pusat penerintahan
dipindahkan ke Jawa
Timur oleh Mpu Sendok .
Mengenai penyebab
alasan dipindahkannya
ibukota kerajaan Mataram
dari Jawa Tengah ke Jawa
Timur, silahkan Anda
diskusikan dengan teman-
teman Anda.
Mpu Sindok mendirikan
dinasti baru yaitu Dinasti
Isyana dengan
kerajaannya Medang
Mataram. Ia berkuasa
sampai 947 M. Pengganti
selanjutnya tidak di
ketahui dengan pasti
kecuali pada awal abad
ke-11 muncul nama
Dharmawangsa Teguh
(991-1016). Ia gigih untuk
menaklukan Sriwijaya.
Usahanya tidak berhasil,
sebaliknya ia dan
keluarganya mengalami
Pralaya atau kehancuran.
Kehancuran tersebut
akibat serangan dari
kerajaan Sriwijaya yang di
bantu oleh kerajaan kecil
bernama Wurawari. Salah
satu anggota keluarga
yang berhasil lolos dari
serangan tersebut adalah
Airlangga. Tahun 1019
Airlangga dinobatkan oleh
pendeta Budha dan
Brahmana (pendeta
Hindu) menjadi raja.
Pada awal
pemerintahannya
Airlangga berusaha
menyatukan kembali
daerah-daerah yang
pernah dikuasai oleh
Dharmawangsa, dan
melakukan pembangunan
di dalam negeri dengan
memindahkan ibukota
kerajaan Medang dari
Wutan Mas ke Kahuripan
tahun 1031, serta
memperbaiki pelabuhan
Hujung Galuh, dan
membangun bendungan
Wringin Sapta.
Dengan demikian usaha-
usaha yang dilakukan oleh
Airlangga mendatangkan
keamanan dan
kemakmuran bagi
rakyatnya. Tetapi
kemudian tahun 1041
Airlangga mundur dari
tahtanya dan
memerintahkan untuk
membagi kekuasaan
menjadi 2 kerajaan. Kedua
kerajaan tersebut adalah
Jenggan ibukota di Daka.
la dengan ibukota
Kahuripan dan Panjalu
(Kediri) denga. Pada
awalnya pembagian
kerajaan tersebut dalam
rangka menghindari
perebutan kekuasaan
diantara putera-putera
Airlangga. Tetapi ternyata
hal ini yang menjadi
penyebab kerajaan
Medang mengalami
kehancuran.
Demikianlah uraian materi
tentang kehidupan politik
kerajaan Mataram. Melalui
uraian materi tersebut
dapatlah ditarik
kesimpulan tentang
kehidupan ekonomi
maupun kebudayaan
kerajaan Mataram.
Dalam lapangan ekonomi,
kerajaan Mataram
mengembangkan
perekonomian agraris
karena letaknya di
pedalaman dan daerah
yang subur tetapi pada
perkembangan
berikutnya, Mataram
mulai mengembangkan
kehidupan pelayaran, hal
ini terjadi pada masa
pemerintahan Balitung
yang memanfaatkan
sungai Bengawan Solo
sebagai lalu lintas
perdagangan menuju
pantai utara Jawa Timur.
Dengan adanya
pengembangan
perekonomian, maka
timbul dugaan bahwa
dipindahkannya dari Jawa
Tengah ke Jawa Timur
karena alasan tersebut.
Karya kesusasteraan
Mataram Kuno terlihat
sekali pengaruh
kebudayaan India namun
sastrawan Mataram Kuno
berhasil mengubah karya
India ke dalam karya
kesusasteraan Jawa di
antaranya Mahabrata dan
Ramayana dalam bahasa
Jawa Kuno berupa
kakawin.
Demikianlah uraian materi
tentang kerajaan Mataram
kuno. Jawablah latihan
soal berikut untuk
mengukur tingkat
pemahaman Anda!
1. Pendiri kerajaan
Mataram berdasarkan
prasasti Canggal
adalah ....2. Candi Kalasan
dibangun pada masa
pemerintahan raja ....3.
Kerajaan Mataram
diperintah oleh dua
dinasti yaitu ... dan ....4. Isi
dari prasasti Mantyasih
adalah ....5. Arca
Mantyasih yang dibuat
oleh Rya Indra di duga
adalah bangunan
candi ....6. Penyatuan
kerajaan Mataram terjadi
pada masa
pemerintahan ....7.
Kerajaan Mataram
dipindahkan dari Jawa
Tengah ke Jawa Timur
oleh ....8. Silsilah raja
Medang Mataram
diketahui melalui
prasasti ....9. Kerajaan
Medang Mataram
mengalami kehancuran/
pralaya pada masa
pemerintahan ....10. Raja
terakhir dari kerajaan
Medang Mataram
adalah ....
Bagaimana dengan
jawaban Anda? Untuk
mengetahui kebenarannya
dapat Anda cocokkan
dengan jawaban berikut
ini.
1. Raja Sanjaya2. Raja
Panangkaran3. Dinasti
Sanjaya dan Syaelendra4.
Silsilah raja-raja Mataram
sebelum Balitung5. Candi
Sewu6. Rakai Pikatan7.
Mpu Sendok8. Prasasti
Calcuta9. Raja
Dharmawangsa10. Raja
Airlangga

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda