Kamis, 24 Februari 2011

KERAJAAN MAJAPAHIT

KERAJAAN MAJAPAHIT
Kerajaan Majapahit
bukanlah sesuatu yang
asing bagi Anda, karena ia
salah satu kerajaan Hindu
yang terbesar di
Indonesia.
Sumber-sumber
SejarahSumber-sumber
sejarah yang menjelaskan
tentang kerajaan
Majapahit sebagian besar
berupa kitab sastra yaitu
seperti:
a. Kitab Pararaton, selain
menceritakan tentang
raja-raja Singosari juga
menjelaskan tentang raja-
raja Majapahit.
b. Kitab Negarakertagama
yang ditulis Mpu Prapanca
pada tahun 1365
menjelaskan tentang
keadaan kota Majapahit,
daerah Jajahannya dan
perjalanan Hayam Wuruk
mengelilingi daerah
kekuasaannya.
c. Kitab Sundayana
menjelaskan tentang
perang Bubat.
d. Kitab Usaha Jawa
menjelaskan tentang
penaklukan pulau Bali
oleh Gajah Mada dan Arya
Damar.
Di samping sumber
sejarah di atas, sumber
sejarah peninggalan
Majapahit juga berupa
seni bangunan seperti
candi, pintu gerbang atau
gapura, pemandian atau
pertirtaan. Sedangkan
sumber dari luar negeri
diperoleh dari berita-
berita Cina yaitu seperti
berita yang ditulis pada
masa dinasti Ming (1368-
1643) dan berita dari Ma-
Huan dalam bukunya Ying
Yai menceritakan tentang
keadaan masyarakat dan
kota Majapahit tahun 1418
serta berita dari Portugis
tahun 1518. Dari sumber-
sumber tersebut di atas,
dapat diketahui
pemerintahan raja-raja
Majapahit, kehidupan
sosial, ekonomi, serta
peninggalan budaya-
budaya Majapahit. Untuk
itu silahkan simak dengan
baik uraian materi berikut
ini.
Berdirinya kerajaan
Majapahit adalah usaha
dan perjuangan Raden
Wijaya dibantu
pengikutnya. ia mampu
memanfaatkan
kedatangan tentara Cina
Mongol (Kubilai Khan)
yang datang ke Pulau
Jawa untuk menghukum
Kertanegara. Kedatangan
pasukan Kubilai Khan,
dimanfaatkan untuk
menyerang Jayakatwang di
Kadiri, sehingga
kekalahan Kertanegara
dapat terbalaskan karena
Jayakatwang akhirnya
meninggal di Ujung Galuh.
Sedangkan pasukan
Kubilai Khan melalui tipu
muslihat Raden Wijaya
dapat diusir dari pulau
Jawa tahun 1293. Untuk
menambah pemahaman
Anda silahkan simak
gambar 17 berikut ini.
Gambar 17. Peta
Penyerangan Tentara R.
Wijaya Melawan Tentara
Kediri dan Tentara
Mongol
Setelah berhasil mengusir
pasukan Kubilai Khan,
maka tahun 1293 Raden
Wijaya dinobatkan
menjadi raja pertama
Majapahit dengan gelar
Kertarajasa Jayawardhana.
Dalam rangka
mewujudkan
pemerintahan yang kuat,
maka Raden Wijaya
melakukan berbagai
tindakan yaitu seperti
membangun Majapahit
sebagai pusat
pemerintahan, mengawini
keempat putri
Kertanegara dan
membalas jasa dengan
memberikan kekuasaan
kepada para sahabat dan
pengikutnya.
Sebagai contoh:
Ranggalawa diangkat
menjadi Adipati Tuban;
Sora menjadi penguasa di
Daka (Kediri) sendangkan
Nambi menjabat sebagai
patih hamangkubhumi
(perdana menteri) di
istana.
Walaupun demikian
diantara para pengikutnya
ada yang tidak puas dan
akhirnya menjadi benih
pemberontakan di
Majapahit. Ketegangan ini
dimanfaatkan oleh
Mahapati yang berambisi
menjadi patih
hamangkubhumi. Ialah
biang keladi dari
kerusakan-kerusakan.
Pada masa Kertarajasa
masih berkuasa
pemerintahan sudah
dimulai oleh Ranggalawa
1295 M. Ia wafat dalam
pertempuran melawan
pasukan kecajuan(???).
Karena fitnah dari
Mahapati akhirnya Sora
tewas dalam pertempuran
melawan pasukan
pemerintah tahun
1298-1300. Adapun Nambi
beserta keluarganya
dibinasakan setelah
memberontak tahun 1316.
Pemberontakan juga
muncul pada masa
pemerintahan Jayanegara
(Kala Geret), karena
Jayanegara adalah raja
yang lemah. Diantara
pemberontakan tersebut
yang paling berbahaya
adalah pemberontakan
Kuti tahun 1319 tetapi
akhirnya dapat
dipadamkan oleh pasukan
Bhayangkari yang
dipimpin Gajah Mada.
Atas jasanya Gajah Mada
menjadi patih Kahuripan
tahun 1319 dan
selanjutnya tahun 1321
diangkat menjadi patih
Daha.
Pemberontakan terhadap
Majapahit tetap muncul,
pada masa pemerintahan
Tribuana Tungga Dewi
yaitu seperti
pemberontakan Sadeng
dan Keta di daerah Besuki
tahun 1331. Dan
pemberontakan tersebut
juga berhasil dipadamkan
oleh Gajah Mada. Atas
jasa tersebut maka Gajah
Mada diangkat menjadi
Mahapatih Majapahit
tahun 1333.
Pada saat pengangkatan
tersebut, Gajah Mada
mengucapkan suatu
sumpah, sumpah tersebut
mungkin sudah Anda
pernah dengar
sebelumnya. Untuk itu
silahkan Anda tulis nama
sumpah dan artinya pada
kolom berikut ini.
Setelah Anda menuliskan
nama dan arti sumpah
tersebut, maka simaklah
uraian materi selanjutnya.
Dengan adanya Sumpah
Amukti Palapa, maka
Gajah Mada bercita-cita
mempersatukan wilayah
Nusantara di bawah
kekuasaan Majapahit.
Sehingga untuk
mewujudkan sumpah
tersebut, pasukan
Majapahit yang dipimpin
Gajah Mada dan dibantu
oleh Adityawarman
melakukan politik
ekspansi/penyerangan
keberbagai daerah dan
berhasil. Atas jasanya
Adityawarman diangkat
menjadi Raja Melayu
tahun 1347 untuk
menanamkan pengaruh
Majapahit di Sumatera.
Pada tahun 1350,
Majapahit diperintah oleh
Hayam Wuruk. Ia bergelar
Rajasanegara dan dalam
menjalankan
pemerintahan yang
didampingi oleh
Mahapatih Gajah Mada,
Adityawarman dan Mpu
Nala sehingga pada masa
tersebut Majapahit
mencapai puncak
kebesarannya, karena
daerah kekuasaannya
hampir meliputi seluruh
Nusantara dan Majapahit
berkembang sebagai
kerajaan maritim sekaligus
kerajaan agraris.
Untuk menambah
pemahaman Anda,
tentang daerah kekuasaan
Majapahit simaklah
gambar 18 peta kekuasaan
Majapahit berikut.
Gambar 18. Peta
Kekuasaan Majapahit
Setelah Anda menyimak
gambar 18 tersebut, tentu
dalam pikiran Anda
terlintas bahwa Gajah
Mada berhasil
mewujudkan sumpahnya.
Wilayah kekuasaan
Majapahit hampir meliputi
seluruh wilayah
nusantara, bahkan
Semenanjung Malaya juga
berhasil dikuasai
Majapahit.
Memang benar apa yang
dicita-citakan oleh Gaja
Mada melalui sumpahnya
dapat terlaksana kecuali
kerajaan Pajajaran
(Sunda) yang belum
dikuasainya.
Dalam rangka menguasai
kerajaan Pajajaran
tersebut, Gajah Mada
melakukan Politik
perkawinan yang
berakibat terjadinya
peristiwa Bubat tahun
1357. Perang Bubat
tersebut tentu sudah
pernah Anda ketahui
untuk itu silahkan Anda
ceritakan kembali perang
Babat tersebut menurut
versi Anda. Selanjutnya
cerita Anda ditulis pada
selembar kertas dan
kumpulkan pada Guru
bina Anda.
Untuk menjaga keamanan
dan memelihara kesatuan
daerah kekuasaannya
maka Majapahit
memperkuat armada
lautnya di bawah
pimpinan Mpu Nala. Dan
juga berusaha menjalin
persahabatan dengan
negara-negara tentangga
yang diistilahkan
Mitrekasatata yang berarti
sahabat atau sahabat
sehaluan atau hidup
berdampingan secara
damai.
Tahun 1364 Gajah Mada
meninggal. Sehingga
Majapahit mengalami
kesulitan mencari
penggantinya. Baru tiga
tahun kemudian
digantikan oleh Gajah
Enggon.
Meninggalnya Gajah Mada
sangat berpengaruh
terhadap pemerintahan
Hayam Wuruk, sehingga
pemerintahan Hayam
Wuruk mengalami
kemunduran. Hayam
Wuruk meninggal tahun
1389. Selanjutnya tahta
Majapahit diduduki oleh
Wikramawardhana.
Pada masa pemerintahan
Wikramawardhana (tahun
1389 - 1429) kehidupan
politik Majapahit diwarnai
oleh Perang Paregreg atau
perang saudara antara
Wikramawardhana dengan
Bhre Wirabumi.
Perang Paregreg terus
berkelanjutan
menyebabkan bintang
Majapahit semakin pudar,
sehingga banyak daerah-
daeah kekuasaannya yang
melepaskan diri.
Mengenai runtuhnya
Majapahit ada beberapa
pendapat yaitu:
1. Majapahit runtuh tahun
1478, ketika
Girindrawardhana
memisahkan diri dari
Majapahit dan
menamakan dirinya
sebagai raja Wilwatikta
Daha Janggala Kediri.
Tahun peristiwa tersebut
di tulis dalam
Candrasangkala yang
berbunyi “Hilang sirna
kertaning bhumi”. Anda
masih ingat arti kalimat
tersebut? Apabila Anda
lupa buka kembali
kegiatan belajar 1 modul
ini.
2. Pendapat lain
menjelaskan Majapahit
runtuh karena diserang
oleh Demak yang
dipimpin oleh Adipati
Unus tahun 1522.
Demikianlah kehidupan
politik pemerintahan raja-
raja Majapahit maka
untuk menguji tingkat
pemahaman Anda,
silahkan Anda buat
kesimpulan sebab-sebab
kemunduran dan
keruntuhan Majapahit,
kemudian Anda tulis pada
selembar kertas dan
kumpulkan pada Guru
bina.
Setelah Anda mengerjakan
tugas tersebut di atas
lanjutkan menyimak
uraian materi berikutnya.
Sebagai kerajaan Hindu
terbesar di Nusantara
keamanan rakyat
terjamin, dimana hukum
serta keadilan ditegakkan
dengan tidak pandang
bulu. Dalam kehidupan
beragama raja
membentuk dewan
khusus yaitu
Dharmadhyaksa kasaiwan
yang mengurus agama
Syiwa Budha dan
Dharmadhyaksa
Kasogatan yang mengurus
agama Budha keduanya
dibantu oleh pejabat
keagamaan yang disebut
Dharma Upapatti yang
jumlahnya disesuaikan
dengan kebutuhan.
Banyaknya pejabat
tersebut menunjukan
keompleksnya
permasalahan agama yang
harus diatur. Dengan
adanya pejabat
keagamaan tersebut,
kehidupan keagamaan
Majapahit berjalan
dengan baik, bahkan
tercipta toleransi. Hal ini
seperti apa yang
diceritakan oleh Ma-Huan
tahun 1413, bahwa
masyarakat Majapahit di
samping beragama Hindu,
Budha juga ada yang
beragama Islam,
semuanya hidup dengan
rukun. Dari berita Ma-
Huan tersebut dapat
diketahui bahwa
pengaruh Islam sudah ada
di kerajaan Majapahit.
Kehidupan sosial yang
penuh dengan toleransi
juga dibuktikan melalui
kitab Sutasoma yang
ditulis oleh Mpu Tantular
yang di dalamnya
ditemukan kalimat
“ Bhinneka Tunggal Ika,
TanHana Dharma
mangrua ”.
Kalimat tersebut di atas
tentu sudah tidak asing
bagi Anda, silahkan tulis
arti kalimat tersebut pada
titik di bawah ini
Arti kalimat Bhinneka
Tunggal Ika Tan Hana
Dharma Mangrua
adalah...................
Untuk mengetahui
kebenaran arti kalimat
tersebut, dapat Anda
tanyakan kepada Guru
bina Anda, selanjutnya
Anda dapat menyimak
kembali uraian materi
selanjutnya.
Dalam kehidupan
ekonomi, kerajaan
Majapahi masih
mencerminkan sebagai
negara agraris, karena
aspek agraria lebih
menonjol dibandingkan
perdagangan antar pulau.
Pemerintahan Majapahit
selalu berusaha
meningkatkan
pertaniannya dengan
memperbaiki atau
memelihara tanggul
sepanjang sungai untuk
mencegah banjir dan di
samping itu juga
memperbaiki jalan-jalan
jembatan untuk
mempelancar lalu lintas
perdagangan.
Komoditi perdagangan
Majapahit adalah beras
dan rempah-rempah.
Daerah-daerah pelabuhan
seperti Canggu, Surabaya,
Gresik, Sedayu, dan Tuban
menjadi pusat
perdagangan karena
menumpang barang
dagangan berupa hasil
bumi dari daerah
pedalaman.
Di bidang perdagangan
walaupun tidak
semenonjol kerajaan
Sriwijaya, banyak
pedagang Majapahit
berperan sebagai
pedagang perantara.
Menurut berita dari Cina,
Majapahit telah
memperdagangkan garam,
beras, lada, intan,
cengkeh, pala, kayu
cendana dan gading.
Banyak pedagang Cina
yang membeli barang-
barang tersebut dari
pedagang Majapahit.
Sebagai kerajaan besar
tentu kebudayaan
Majapahit berkembang
dengan baik. Hasil
peninggalannya berupa
seni bangunan, patung,
dan karya sastra.
Seni bangunan : antara
lain pemandian, atau
petirtaan, gapura yang
berbentuk seperti candi
bentar maupun Bajang
Ratu, candi Penataran di
Blitar dan lain-lain.
Untuk mengetahui bentuk
candi Penataran, silahkan
Anda simak gambar 19
berikut ini!
Gambar 19. Candi
Penataran
Setelah Anda menyimak
gambar candi penataran
tersebut, simak kembali
uraian materi berikutnya.
Selain seni bangunan,
peninggalan Majapahit
juga ada yang berupa seni
patung yaitu seperti
patung perwujudan Raden
Wijaya sebagai Harihara
atau sebagai Syiwa dan
Wisnu dalam satu arca,
patung putri Suhita dan
patung Tribhuwana
sebagai Parwati.
Sedangkan peninggalan
dalam bidang seni sastra,
selain kitab-kitab yang
telah disebutkan pada
uraian materi sebelumnya,
juga kitab-kitab yang lain
yaitu seperti kitab
Arjunawiwaha yang ditulis
oleh Mpu Tantular, kitab
Ranggalawe, kitab
Sorondaka yang
berbentuk kidung dan
juga ada kitab hukum
yang ditulis oleh
Gajahmada yaitu kitab
Kutaramanawa yang
digunakan sebagai dasar
hukum di Majapahit.
Kitab Hukum
Kutaramanawa disusun
berdasarkan kitab Hindu
yang lebih tua yaitu kitab
Kutarasastra dan
Manawasastra. Dengan
demikian dari kitab
hukum tersebut,
merupakan salah satu
contoh wujud akulturasi
dengan kebudayaan India.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda